Saat ini dalam pemasaran digital sedang ramai membicarakan mengenai teknik growth hacking untuk startup. Salah satu strategi ini memang kini menjadi begitu populer karena kemampuannya yang mampu menarik jumlah konsumen yang banyak dalam sebuah usaha atau bisnis. Lalu sebenarnya apa itu growth hacking?

Growth hacking merupakan sebuah strategi sederhana untuk startup. Berdasarkan keterangan seorang Vice President of Growth & data Science dari Freelancer.com, Willix Halim yang dikutip dari kompas.com. Growth hacking merupakan satu mekanisme analisis yang mendalam terhadap suatu data. Sehingga dengan growth hacking strategi untuk startup ini akan memberikan satu pemahaman terkait penggunanya, cara pengguna mengadopsi produk, serta fitur apa yang layak disematkan dalam startup nantinya.

Melihat kenyataan saat ini memang satu strategi pemasaran memang diperlukan untuk meningkatkan penjualan produk. Akan tetapi, bila strategi tersebut tidak mampu meningkatkan jumlah konsumen maka upaya tersebut akan membuat biaya pemasaran tersebut terbuang sia-sia.

Maka dari itu perlu satu strategi pemasaran yang jitu, efektif, dan efisien untuk perusahaan rintisan digital atau startup. Sehingga muncullah teknik growth hacking sederhana yang pas untuk startup khususnya yang memiliki anggaran tak begitu besar.

Lalu bagaimana teknik growth hacking tersebut dilaksanakan? Perlu diingat kembali bahwa growth hacking bukan satu alat pemasaran, melainkan satu mindset untuk memahami apa yang menjadi keinginan para konsumen. Berikut ini teknik growth hacking untuk startup yang dapat dilakukan.

1. Dalam growth hacking menerapkan metode analisa data para pengguna awal untuk dapat menciptakan strategi untuk membuat produk jadi viral.
2. Menggunakan konsep acquisition, yaitu cara untuk mendatangkan pengguna. Cara ini dilaksanakan dengan menggunakan alat yang tersedia pada internet untuk mempublikasikan produk secara gratis sehingga pengguna mudah mengakses. Cara tersebut dikenal dengan SEO.
3. Konsep berikutnya adalah activation, yaitu cara membuat pengguna melakukan aktivasi pada situs yang sedang dikembangkan.
4. Teknik retention pada growth hacking ini adalah dengan membuat agar pengguna kembali pada situs tersebut.
5. Referral, merupakan satu strategi sederhana untuk startup mengupayakan agar pengguna membuat teman-temannya juga menjadi pengguna
6. Revenue, merupakan strategi dalam growth hacking yang mengupayakan cara agar pengguna mendatangkan keuntungan berupa uang bagi startup tersebut.
7. Dalam teknik growth hacking sederhana ini tidak mengenal istilah asumsi, semuanya menggunakan kekuatan data pengguna.
8. Growth hacking mempunyai banyak variable untuk melakukan analisa data.
9. Menggunakan strategi pengukuran dan proyeksi matematika untuk dikombinasikan dengan automasi.
10. Strategi dalam growth hacking memiliki sifat dinamis.
11. Pengolahan data secara kreatif menjadi salah satu syarat bagi para growth hacker.
12. Dalam growth hacking strategi untuk startup ini memerlukan kemampuan nalar logika yang kuat, kemampuan analisis cemerlang, serta ketahanan berada di depan komputer dalam waktu lama.
13. Pemasaran startup lebih membutuhkan tim teknis ketimbang tim pemasaran.

Dari kesemua teknik yang dijabarkan tersebut, pada dasarnya bagaimana teknik growth hacking itu tidak terdapat patokan khusus. Yang paling utama dalam strategi tersebut mengedepankan proses analisa yang akurat terhadap data pengguna, di mana data tersebut akan dijadikan pedoman untuk menentukan strategi pemasaran yang efektif dan efisien untuk startup.

 
Keywords : strategi sederhana untuk startup,teknik growth hacking untuk startup,growth hacking strategi untuk startup,teknik growth hacking sederhana,apa itu growth hacking,bagaimana teknik growth hacking