Generasi milenial sudah seharusnya menjadi bahan perhatian. Pasalnya mereka merupakan penopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama dua ataupun tiga dekade nantinya. Generasi milenial merupakan mereka yang memiliki usia dari 15 tahun sampai 34 tahun. Salah satu gaya yang paling terlihat dari generasi milenial yakni pola dalam mengonsumsi internet. Konsumsi internet generasi milenial jauh lebih tinggi daripada kelompok penduduk yang memiliki usia lebih tua. Pada bidang keuangan, generasi milenial merupakan kelompok konsumen yang sangat banyak diperhatikan oleh lembaga keuangan. Banyak produk keuangan yang mulai menyasar pasar generasi milenial. Maka dari itu, mereka wajib tahu mengenai keuangan, khususnya dalam mengatur keuangan pribadinya dengan baik. Mencatat belanja Mencatat belanja atau pengeluaran lainnya adalah langkah yang paling sederhana untuk memulai pengaturan keuangan. Dalam waktu sebulan, dapat diketahui di pos mana pengeluaran terbesar keluar, dan pos mana yang cocok dengan rencana keuangan. Bisa pula dengan mengumpulkan struk belanja tiap hari dan mencatat seminggu sekali dalam buku catatan keuangan. Tetapkan investasi atau menabung Jika berada di usia 20 hingga 30 tahun, sudah seharusnya menetapkan tujuan menabung. Jika sudah mempunyai rencana keuangan jangka pendek ataupun jangka panja dengan berinvestasi atau menabung. Mulailah untuk mempelajari cara berinvestasi yang menguntungkan dan aman. Kumpulkan dana darurat Bukan hanya menabung, generasi milenial juga harus mulai mengumpulkan dana darurat dari penghasilan yang rutin. Tak usah terlalu banyak, yang penting rutin mengalokasikannya tiap bulan. Contohnya Rp 200.000 per bulan. Dana darurat digunakan untuk keperluan mendadak misalnya membantu keluarga yang sakit. Mulai menghasilkan side income Generasi milenial yang sudah menginjak usia 30, harus sudah bisa memastikan bidang yang bakal dijalani dalam karir. Jadi perlu untuk meluangkan sedikit waktu demi memperkuat jaringan dan reputasi pada karir. Dengan sendirinya, bakal ada side income. Contohnya side income sebagai pengajar, pembicara, ataupun penulis.
 
Keywords : bisnis anak muda,bisnis utk anak muda,bisnis startup