23 April lalu, Tim Cook selaku CEO Apple melakukan pertemuan dengan Travis Kalanick, CEO Uber pada kantor Apple. Dalam pertemuannya, Cook mengatakan ketidaksenangannya kepada  aplikasi Uber.

Cook menjelaskan bahwa pihaknya tak menyukai fitur tersembunyi pada aplikasi Uber yang bisa mengidentifikasi dan menandai anggota Uber mana yang memakai iPhone.

Bahkan setelah aplikasi ini dihapus dari iPhone tertentu, pengguna masih akan diberi tag. Fitur ini dinilai sudah melanggar kebijakan dari pihak Apple. Pihak eksekutif Apple pun ingin untuk bersikap tegas dengan meminta Uber secepatnya berhenti melanggar peraturannya.

Cook menjelaskan jika Uber tak berhenti member tag pada pengguna iPhone, maka ia bakal membiarkan aplikasi Uber terhapus dari App Store. Setelah adanya ancaman itu, Bos dari Uber pun akhirnya menyetujuinya. Kalanick sepakat untuk menghentikan fitur pelacak di aplikasi miliknya.

Pihak Uber berasalah bahwa fitur itu dipakai untuk menghindari aksi curang dari mitra pengemudinya. Di China unit iPhone yang dicuri digunakan kembali oleh pengemudi Uber yang nakal untuk membuat akun tidak real. Lalu akun tersebut dipakai untuk melakukan pesanan fiktif.

Dengan proses yang disebut ‘fingerprinting’, Uber dapat mengidentifikasi iPhone bahkan saat memorinya sudah dihapus. Walaupun langkah tersebut melanggar peraturan dari Apple, Uber memastikan bahwa orang-orang di dalam Cupertino tidak dapat menemukan jejak pelacakan Uber.

 
Keywords : uplikasi uber,uber app,uber di app store