GoPro lagi-lagi melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawannnya. PHK yang dilakukan ini otomatis sangat berdampak pada jumlah karyawan lebih besar yaitu 279 orang karyawan.

PHK yang dilakukan karena GoPro ingin memperkecil pengeluaran perusahaan, meningkatkan profit, dan merapikan kembali manajemen perusahaan.

Atas perubahan struktur yang dilakukan, GoPro telah mempersiapkan biaya agregat sampai 10 juta dollar AS setara Rp 131 miliar yang sebagian besarnya diberikan untuk pesangon karyawan.

Memang sudah diketahui bahwa GoPro kini tengah menghadapi masa yang sulit pada akhir 2015 hingga 2016 lalu. Kerugiannya terus bertambah seiring dengan pertumbuhan bisnis yang semakin lambat.

Pada kuartal IV 2016 lalu, GoPro mencatat pendapatan sebesar 540 juta dollar AS atau Rp 7,1 triliun. Angka tersebut memang naik sebesar 23,8 persen dari tahun ke tahun, tetapi tetap mencatat kerugian sebesar 115,7 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,5 triliun.

Karena hal tersebut, GoPro harus mengambil tindakan PHK kepada 200 lebih karayawannya di beberapa bulan lalu untuk menjaga keseimbangan keuangan perusahaan. Sebelum 2015 lalu, GoPro sebenarnya telah mengeluarkan 7%  pegawai dari total pegawainya.

Pada kuartal pertama 2017 mendatang, GoPro menargetkan untuk meningkatan pendapatan di kisaran angka 190 juta dollar AS sampai 200 juta dollar AS atau setara dengan Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,6 triliun.

 
Keywords : go pro,jumlah karyawan go pro,go pro phk karyawan