Android dikabarkan menyimpan kecatatan yang tak bisa diperbaiki sampai muncul versi terbaru Android O. Kabar tersebut datang dari perusahaan keamanan Check Point.

Chek Point menemukan celah dari keamanan pada Android yang membuka pintu ransomware, malware perbankan dan adware.

Kategori permisi menurut Check Point yang dipublikasikan pada Android Marshmallow memungkinkan pengguna menyetujui aplikasi secara manual. Kategori permisi juga ternyata dipakai oleh aplikasi yang sah, misalnya Facebook.

Sebab sebagian besar pengguna tak bisa menyetujui izin secara manual, sebagai solusi sementara, Google menerapkan patch pada versi Android 6.0.1. Pembaharuan ini membuat aplikasi Play Store memberikan izin run-time, lalu digunakan untuk memberikan izin SYSTEM_ALERT_WINDOW untuk aplikasi yang terpasang dari toko aplikasi.

Hal tersebut berarti aplikasi berbahaya yang diunggah langsung dari toko aplikasi bakal secara otomatis diberikan izin berbahaya tersebut.

Kabar baiknya, Google akan menangani celah keamanan tersebut pada pembaharuan sistem Android berikutnya. Namun, pengguna harus menanti sampai update tersebut tiba pada ponsel mereka.

Pengguna sebaiknya menghindari aplikasi yang terlihat mencurigakan apabila mereka mau mencegah ponsel terinfeksi dari malware.

 
Keywords : android o,google android o,android baru,android oreo